Perkembangan Bank Syariah di Berbagai Negara

Perkembangan Bank Syariah di Berbagai Negara

  1. Pakistan
    Pakistan merupakan pelopor perbankan syariah. Pada awal Juli 1979, sistem bunga dihapuskan dari operasi tiga institusi : National Investment, House Building Finance Corporation, Mutual Fund of the Investment Corporation of Pakistan. Pada awal tahun 1985, seluruh sistem perbankan Pakistan dikonversi dengan sistem yang baru, yaitu sistem perbankan syariah.
  2. Mesir
    Bank syariah pertama yang didirikan di Mesir adalah Faisal Islamic Bank. Mulai beroperasi pada bulan Maret 1978 dan berhasil membukukan hasil mengesankan dengan total asset sekitar 2 miliar dolar AS pada tahun 1986 dan tingkat keuntungan sekitar 106 juta dolar AS
  3. Siprus
    Faisal Islamic Bank Of Kibris (Siprus) mulai beroperasi pada Maret 1983 dan mendirikan Faisal Islamic Investment Corporation yang memiliki 2 cabang yaitu di Siprus dan Istambul.
  4. Kuwait
    Kuwait Finance House didirikan pada tahun 1977 dan sejak awal beroperasi dengan sistem tanpa bunga.
  5. Bahrain
    Bahrain merupakan off-shore banking heaven terbear di timur tengah. Pada tahun 1999 tumbuh sekitar 220 local dan Off-shore banks, tidak kurang dari 22 dari bank tersebut beroperasi berdasarkan syariah.
  6. Uni Emirat Arab
    Dubai Islamic Bank merupakan pelopor perbankan syariah, didirikan pada tahun 1975. Investasinya meliputi bidang perumahan, proyek industri dan aktivitas komersial.
  7. Malaysia
    Bank Islam Malaysia Berhad (BIBM) merupakan bank Islam pertama di Asia Tenggara, didirikan pada tahun 1983 dengan 30 persen modal milik pemerintah federal.
  8. Iran
    Ide pengembangan perbankan syariah dimulai pada Revolusi Islam Iran (1979) dan perkembangan riil pada tahun 1984, berdasarkan ketentuan/undang-undang yang disetujui pemerintah pada bulan Agustus 1983. Islamisasi sistem perbankan ditandai dengan dinasionalisasi seluruh industri perbankan dan dikelompokkan menjadi : perbankan komersial dan lembaga pembiayaan khusus.
  9. Turki
    Pada tahun 1984, pemerintah Turki memberikan izin kepada Daar al-Mall al-Islami (DMI) untuk mendirikan bank yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil.

Perkembangan bank Syariah di Indonesia




Pada awal tahun 1980-an, diskusi mengenai bank syariah mulai dilakukan, beberapa uji coba skala kecil dilakukan, diantaranya adalah Baitut Tamwil-Salman di Bandung dan koperasi Ridho Gusti di Jakarta.

Bank Muamalat Indonesia lahir sebagi hasil kerja TIM perbankan MUI. Akte pendirian bank Muamalat Indonesia ditandantangai tanggal 1 November 1991 dan terkumpul komitmen saham sebesar 84 miliar Rupiah.

Perkembangan perbankan syariah pada era reformasi ditandai dengan disetujui Undang-Undang No. 10 tahun 1998. Dalam Undang-Undang ini diatur dengan rinci landasan hukum dan jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan di implementasikan bank syariah. Dalam Undang-Undang ini juga memberikan arahan bagi bank konvensional untuk membuka bank syariah bahkan mengkonversi total menjadi bank syariah.

Per November 2000 beberapa bank yang sudah dan akan membuka cabang syariah adalah :
Bank IFI, Bank Niaga, Bank BNI’46, Bank BTN, Bank Mega, Bank BRI, Bank Bukopin, BPD JABAR, BPD Aceh

your ads here

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry
Creative Commons License
Blog Article by Blogger Wuryantoro is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License . Based on a work at Perkembangan Bank Syariah di Berbagai Negara . Permissions beyond the scope of this license may be available at http://infowuryantoro.blogspot.com/ .

comments for " Perkembangan Bank Syariah di Berbagai Negara "

PING

PING  |  PING  |  PING