Jenis-Jenis Leasing

 
Semakin menjamurnya perusahaan pembiayaan/sewa guna usaha atau lebih populer disebut sebagai leasing, mendorong saya untuk menuliskan sebuah artikel tentang jenis - jenis leasing untuk menambah pengetahuan saya secara pribadi tentang jenis - jenis leasing.

Menurut Agnes Sawir dalam bukunya Kebijakan Pendanaan dan restrukturisasi perusahaan halaman 170 leasing secara umum dibedakan menjadi dua kelompok. Hal yang membedakan kedua kelompok ini dan perlu diperhatikan adalah hak kepemilikan secara hukum, cara pencatatan dalam akuntansi serta besarnya biaya rental. Jenis - Jenis leasing itu adalah financial lease dan operating lease.

  1. Financial lease


    Perusahaan leasing pada jenis ini berlaku sebagai suatu lembaga keuangan. Lessee yang membutuhkan suatu barang modal menentukan sendiri jenis dan spesifikasi barang yang dibu-tuhkan dan mengadakan negosiasi langsung dengan supplier mengenai harga, syarat-syarat pemeliharaan serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengoperasian barang tersebut.

    Lessor hanya berkepentingan terhadap kepemilikan barang tersebut secara hukum. Lessor akan mengeluarkan dananya untuk membayar barang tersebut kepada supplier dan barang tersebut kemudian diserahkan pada lessee. Sebagai imbalan atas jasa penggunaan barang tersebut, lessee akan membayar secara berkala kepada lessor sejumlah uang berupa rental untuk jangka waktu tertentu yang telah disepakati bersama. Jumlah rental ini secara keseluruhan akan meliputi harga barang yang dibayar lessor ditambah faktor bunga serta keuntungan untuk pihak lessor.
    Financial lessee dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

    • Direct Financial lease

      Transaksi ini terjadi jika lessee belum pernah memiliki barang yang dijadikan objek lease. Lessor membeli barang atas permintaan lessee dan akan digunakan oleh lessee.

    • Sale and lease back

      Dalam transaksi ini lessee menjual barang yang sudah dimilikinya kepada lessor, atas barang ini kemudian dilaku¬kan suatu kontrak antara lessor dan lessee. Lessee menerima harga penjualan barang dari lessor, pada saat yang sama lessee tetap dapat menggunakan aktiva tersebut dengan disertai daftar pembayaran lease.
  2. Operating lease


    Operating lease atau lease service meliputi jasa keuangan maupun jasa perawatan. Jenis barang yang ditawarkan seperti komputer, mesin fotokopi, dan mobil. Dalam kontrak, lessor wajib memelihara dan merawat peralatan yang di-lease, dan biaya perawatan ini sudah termasuk dalam biaya lease atau diatur dalam kontrak tersendiri.

    Peralatan yang di-lease biasanya tidak diarmotisasi secara penuh—pembayaran sewa selama masa lease tidak cukup untuk menutup seluruh harga peralatan. Namun, perjanjian mencakup waktu yang lebih pendek dari umur peralatan yang di-lease dan lessor mengharapkan bahwa harga peralatan tersebut akan tertutup dengan perpanjangan kontrak lease atau kontrak lease yang baru atau dari hasil penjualan peralatan tersebut.

    Dalam kontrak operating lease sering dicantumkan klausul khusus yang mengatur bahwa pihak lessee berhak mengemba-likan peralatan yang di-lease sebelum kontrak selesai, jika peralatan yang di-lease telah ketinggalan jaman karena per-kembangan teknologi atau jika peralatan tersebut ternyata sudah tidak diperlukan lagi.

    Bentuk lain dari leasing adalah Leveraged Leasing. Dalam leveraged leasing, selain lessee dan lessor, ada pihak ketiga yaitu kreditor yang membantu menyediakan dana pembelian aktiva yang disewa. Bagi lessor, keberadaan pihak ketiga bisa membantunya dalam pengadaan aktiva yang hendak disewakan, sehingga lessor misalnya, hanya menyediakan 20% hingga 30% dari dana untuk membeli aktiva, sementara sisanya akan dipinjamnya dari pihak ketiga seperti bank komersial atau perusahaan asuransi.


Jenis-jenis leasing menurut YLBHI dalam bukunya Panduan Bantuan Hukum di Indonesia halaman 152 adalah sebagai berikut:

  1. Operating Leasing; merupakan leasing di mana di akhir masa leasing tidak dibe-rikan hak pilih (opsi) bagi lessee untuk membeli barang leasing tersebut .

  2. Financial Leasing; merupakan leasing dimana di akhir masa leasing diberikan hak pilih(opsi) bagi lessee untuk memi¬liki barang modal tersebut dengan jalan membelinya dengan harga yang ditetap¬kan bersama .

  3. Sale and Lease Back; merupakan jenis leasing di mana barang modal berasal dari lessee sendiri. Kemudian barang tersebut dijual kepada lessor (pemberi dana) dan selanjutnya lessor menyewakan barang tersebut kepada lessee kembali, yang bia¬sanya digunakan jenis financial leasing .

your ads here

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry
Creative Commons License
Blog Article by Blogger Wuryantoro is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License . Based on a work at Jenis-Jenis Leasing . Permissions beyond the scope of this license may be available at http://infowuryantoro.blogspot.com/ .

comments for " Jenis-Jenis Leasing "

PING