Gelombang Elektromagnetik dan Radiasi Elektromagnetik

Pengertian Gelombang Elektromagnetik


Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dihasilkan dari perubahan medan magnet dan medan listrik secara berurutan, dimana arah getar vektor medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus.

Inti teori Maxwell mengenai gelombang elektromagnetik adalah:
1) Perubahan medan listrik dapat menghasilkan medan magnet.
2) Cahaya termasuk gelombang elektromagnetik. Cepat rambat gelombang elektromagnetik (c) tergantung dari permitivitas (I) dan permeabilitas (m) zat (Gornick, 2005).

Gelombang elektromagnetik, gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara) (Alonso dan Finn, 1980).

Radiasi Elektromagnetik


Radiasi gelombang elektromagnetik mempunyai spektrum yang amat luas dimulai dari elektromagnetik dengan frekuensi ekstrim rendah (ELF–Electromagnetic) sampai pada elektromagnetik berfrekuensi sangat tinggi (Muchtaruddin, 1998). Gelombang elektromagnetik mempunyai daerah frekuensi dari 101 sampai 1022 Hz (Soetrisno, 1979).

Perbedaan frekuensi, panjang gelombang, energi foton, jarak paparan dari sumber dan lama paparan dapat menyebabkan efek radiasi yang berbeda pula. Secara garis besar radiasi elektromagnetik terbagi 2
kelompok yaitu radiasi pengion (ionisasi) dan radiasi tidak pengion (non-ionisasi) (Muchtaruddin, 1998).

Perbedaan antara radiasi gelombang elektromagnetik ionisasi dan radiasi gelombang elektromagnetik non-ionisasi terletak pada kemampuan radiasi gelombang elektromagnetik ionisasi yang dapat mengeluarkan elektron dari inti atom, sisa atom ini menjadi muatan positif atau disebut ion positif. Elektron yang dikeluarkan akan mengikat atom netral lain dan membentuk ion negatif (Gabriel, 1996).

Termasuk dalam radiasi ionisasi adalah sinar X, sinar Gamma, dan sebagian sinar ultraviolet. Dampak kesehatan yang terjadi akibat paparan radiasi gelombang elektromagnetik ionisasi meliputi efek akut
dan kronis. Efek akut terdiri dari sindrom hemopoetik, sindrom gastrointesinal dan sindrom saraf pusat.

Terdapat efek-efek tertentu yang lazim bagi ketiga efek tersebut yaitu mual dan ingin muntah, tak enak badan dan lesu, naiknya suhu, adanya perubahan-perubahan darah. Sedangkan efek kronisnya adalah kanker, perubahan genetika, memendeknya jangka hidup dan katarak (Cember, 1983).

Sedangkan radiasi gelombang elektromagnetik non-ionisasi adalah radiasi yang tidak memiliki kemampuan untuk mengionisasi molekul. Termasuk diantaranya adalah sebagian sinar ultraviolet, sinar tampak, sinar infra merah, gelombang mikro, gelombang radio, dan medan elektromagnetik berfrekuensi ekstrim rendah (Muchtaruddin,1998).

Dampak kesehatan yang terjadi akibat paparan radiasi gelombang elektromagnetik non-ionisasi pada orang yang hidup di bawah atau di sekitar SUTET yaitu sakit kepala, kelelahan mental, keguguran, sulit tidur, bradikardi, takikardi, indikasi tumor dan leukimia. Pada beberapa penelitian ditemukan gangguan kesehatan
berupa efek teratogenitas pada fetus, gangguan pembentukan leukosit, dan gangguan reproduksi (Taufiqurahman, 2000).

Radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh peralatan rumah tangga dan kantor pada umumnya termasuk pada kelompok radiasi nonionisasi (Athena dkk , 2000).

your ads here

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry
Creative Commons License
Blog Article by Blogger Wuryantoro is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License . Based on a work at Gelombang Elektromagnetik dan Radiasi Elektromagnetik . Permissions beyond the scope of this license may be available at http://infowuryantoro.blogspot.com/ .

comments for " Gelombang Elektromagnetik dan Radiasi Elektromagnetik "

PING

PING  |  PING  |  PING