HUJAN ASAM ::: Pengertian Hujan Asam

Pengertian Hujan Asam

Hujan Asam sangat merugikan manusia dan lingkungan, karena hujan asam dapat merusak bangunan-bangunan yang terbuat dari batu kapur dan logam. Selain itu, hujan asam juga dapat menyebabkan kematian pada makhluk hidup.

Apakah yang dimaksud dengan hujan asam itu sendiri ? Gas Sisa atau gas buang yang dihasilkan kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik mengandung gas belerang dioksida dan nitrogen oksida. Gas-gas ini dilepas ke udara sehingga menyebabkan pencemaran udara, gas-gas ini juga larut dalam titik-titik air di awan sehingga membentuk asam sulfat dan asam nitrat. Ketika terjadi hujan larutan-larutan ini bercampur dan turun bersama air hujan. Dan inilah yang disebut dengan hujan asam.

Nilai pH air hujan pada saat terjadi hujan asam dapat lebih kecil daripada pH air hujan normal (5,6), yakni mencapai nilai 2 atau 3. Hujan asam terjadi karena tingginya kadar gas sulfur oksida (Sox) dan nitrogen oksida (Nox). Gas sulfur oksida dapat berupa sulfur dioksida (S02), sulfit (S032~), dan sulfat (S042~); sedangkan nitrogen oksida dapat berupa nitrat (N03) dan nitrogen dioksida (N20). Gas-gas tersebut terdapat di atmosfer sebagai hasil emisi (buangan) dari kegiatan industri dan kendaraan bermotor. SOx terutama dihasilkan dari hasil pembakaran batu bara (yang mengandung banyak sulfur); sedangkan NOx terutama dihasilkan dari pembakaran bahan bakar minyak. 
 
Selain mengeluarkan gas NO , kendaraan bermotor juga mele-paskan emisi gas hidrokarbon, CO, dan partikel timbal (Rao, 1992, Peavy et al.9 1985). Diperkirakan, sekitar 50% dari keberadaan gas NOx dan 90% gas SOx di atmosfer dihasilkan oleh aktivitas manusia (Moss, 1993). Gas SOx dan NOx bereaksi dengan uap air yang terdapat di atmosfer dan mengalami oksidasi. Oksidasi gas SOx akan menghasilkan H2S, HS03", dan H2S04 yang bersifat asam kuat, sedangkan oksidasi gas NOx akan menghasilkan asam nitrat (HN03) sehingga menurunkan nilai pH air hujan (Novotny dan Olem, 1994).

Konversi gas SOx dan NOx menjadi asam dapat berlangsung pada saat terdapat awan di atmosfer, yang dikenal dengan wet depostion; atau dapat juga terjadi pada saat tidak ada awan, yang dikenal dengan dry deposition. Pada dry deposition, gas SOx dan NOx mengalami reaksi fotokimia yang melibatkan ozon sebagai oksidator yang sangat reaktif.

Konversi gas menjadi asam pada dry deposition berlangsung lebih lambat daripada wet deposi-tion. Asam-asam hasil konversi tersimpan di dalam awan, yang kemudian jatuh ke bumi sebagai hujan atau salju, yang disebut hujan asam. Air hujan normal (yang tak terkontaminasi) biasanya sudah bersifat asam dengan pH 5,6 (Mason, 1993).

Pada perairan di Eropa Barat bagian utara, asam sulfat menyumbang 70% dari asidifikasi; sedangkan di Amerika Utara bagian timur sekitar 60%. Sisanya disebabkan oleh asam nitrat. Hujan asam mengakibatkan banyak danau di daerah Skandinavia (Eropa Barat bagian utara) bersifat asam.

your ads here

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry
Creative Commons License
Blog Article by Blogger Wuryantoro is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License . Based on a work at HUJAN ASAM ::: Pengertian Hujan Asam . Permissions beyond the scope of this license may be available at http://infowuryantoro.blogspot.com/ .

comments for " HUJAN ASAM ::: Pengertian Hujan Asam "

PING